Ketika dihadapkan pada pilihan antara investasi yang serba digital dan fluktuatif seperti Kripto, melawan bisnis pangan nyata yang stabil seperti Tempe, owner Tempe Mas Didik memilih jawaban yang berakar pada substansi:
“Kripto itu ‘keren’, tapi Tempe itu ‘nyata’. Kami memilih bisnis tempe. Kami bergerak di barang yang dibutuhkan orang setiap hari, bukan barang yang harganya ditentukan spekulasi.”
Pilihan ini didasarkan pada tiga pilar utama yang menjadi rahasia sukses Tempe Mas Didik di Semarang:
1. Keberlanjutan vs. Spekulasi
Bisnis tempe adalah bagian dari real economy. Permintaannya stabil dan fundamental, karena tempe adalah protein pokok.
- Tempe adalah Kebutuhan Harian: Bisnis Tempe Mas Didik (dengan kapasitas 2 Ton per hari) didasarkan pada kebutuhan pangan masyarakat yang konstan. Meskipun menghadapi tantangan nyata (seperti lonjakan harga kedelai), tantangan tersebut dapat diatasi dengan strategi efisiensi dan inovasi (kolaborasi kampus).
- Kripto adalah Spekulasi Pasar: Kripto sangat bergantung pada sentimen dan pergerakan pasar yang sulit diprediksi. Bagi owner Tempe Mas Didik, fokus pada bisnis nyata yang memberikan manfaat gizi (seperti Tempe Organik kami) lebih aman dan berkelanjutan.
2. Nilai Nyata (Tangible Value) vs. Nilai Abstrak
Filosofi “yang penting nyatanya” menjadi pembeda mutlak di sini.
- Nilai Tempe Dapat Dibuktikan: Tempe Mas Didik menawarkan nilai yang teruji dan nyata:
- Nilai Legalitas: Dibuktikan dengan Sertifikat Halal dan Izin Edar BPOM RI.
- Nilai Keamanan: Dibuktikan dengan hasil Lolos Uji Lab reguler.
- Nilai Gizi: Protein tinggi yang menyehatkan masyarakat.
- Nilai Kripto Abstrak: Kripto adalah nilai digital yang tidak terikat pada aset fisik. Bagi owner Tempe Mas Didik, berinvestasi pada peningkatan mutu bahan baku kedelai dan mesin produksi canggih jauh lebih memberikan kepastian.
3. Dampak Sosial dan Ketenangan Hati
Bisnis tempe memiliki dampak positif langsung pada masyarakat dan memberikan ketenangan hati (peace of mind), sesuatu yang tidak ditawarkan oleh investasi yang berisiko tinggi.
- Membuka Lapangan Kerja: Bisnis Tempe Mas Didik di Gayamsari, Semarang, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal.
- Tanggung Jawab Pangan: Ada kepuasan dalam menyediakan pangan yang sehat, terjamin, dan aman bagi ribuan keluarga di Semarang setiap hari.
“Bisnis tempe adalah berkah nyata. Kami tahu persis apa yang kami jual, dan apa manfaatnya bagi orang lain. Itu lebih berharga dari fluktuasi angka di layar,” tutup owner Tempe Mas Didik.
