Cara Menyimpan Tempe dengan Benar agar Tahan Lama

Tempe adalah produk fermentasi, artinya proses pematangan (fermentasi) masih terus berjalan setelah tempe dibeli. Tujuan penyimpanan adalah memperlambat proses ini.

1. Penyimpanan Jangka Pendek (1-3 Hari)

Penyimpanan ini ideal jika tempe akan segera diolah dalam waktu dekat.

  • Pindahkan ke Kulkas: Segera simpan tempe di dalam kulkas (bukan di freezer). Suhu dingin (sekitar $4^{\circ}\text{C}$) akan memperlambat aktivitas jamur Rhizopus sehingga tempe tidak cepat matang berlebihan atau berbau amonia.
  • Gunakan Wadah Tertutup/Kedap Udara: Jika tempe dibeli dalam kemasan daun atau plastik terbuka, pindahkan ke dalam wadah plastik atau ziplock bag yang kering. Ini mencegah tempe menyerap bau dari makanan lain di kulkas.
  • Hindari Area Pintu Kulkas: Simpan di bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil, bukan di rak pintu yang sering terpapar suhu luar.

2. Penyimpanan Jangka Panjang (Lebih dari 3 Hari)

Jika Anda membeli Tempe Mas Didik dalam jumlah besar (mengingat kapasitas produksi kami 2 Ton per hari) dan ingin menyimpannya berminggu-minggu, pembekuan adalah solusinya:

  • Potong Sesuai Porsi: Potong tempe sesuai porsi yang biasa Anda gunakan untuk sekali masak. Jangan membekukan tempe dalam bentuk utuh.
  • Opsi Terbaik: Blanching (Rebus Singkat): Sebelum dibekukan, rebus tempe sebentar (sekitar 3-5 menit) di air mendidih. Proses ini menghentikan total aktivitas jamur, mencegah over-fermentasi, dan mempertahankan tekstur.
  • Keringkan dan Bungkus Rapat: Tiriskan tempe hingga benar-benar kering. Bungkus rapat menggunakan plastik cling wrap atau masukkan ke dalam kantong freezer (pastikan udaranya dikeluarkan).
  • Bekukan (Freezer): Simpan di dalam freezer dengan suhu $-18^{\circ}\text{C}$. Tempe dapat bertahan hingga 1-2 bulan.

💡 Tips Tambahan untuk Menjaga Kualitas

  • Jangan Mencuci Tempe: Jangan pernah mencuci tempe sebelum disimpan, karena kelembaban yang tinggi akan mempercepat pembusukan.
  • Periksa Kondensasi: Jika tempe dibungkus plastik dan terlihat berembun saat di kulkas, lapisi dengan kertas (tissue dapur) kering untuk menyerap kelembaban berlebih sebelum dimasukkan ke wadah kedap udara.
  • Tanda-tanda Tempe Tidak Layak Konsumsi: Jangan mengonsumsi tempe jika sudah berlendir, sangat lembek, dan mengeluarkan bau amonia yang sangat menyengat atau bau busuk yang kuat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *