Fluktuasi harga kedelai yang terus terjadi menjadi tantangan terbesar yang mengancam keberlanjutan industri tempe nasional. Bagi Tempe Mas Didik, yang beroperasi dengan investasi dan komitmen mutu tinggi, kami menyuarakan kebutuhan yang tegas: kami membutuhkan harga kedelai yang stabil, bukan hanya harga yang murah sesaat.
1. Stabilitas Kunci Investasi Bernilai Tinggi
Filosofi kami adalah berinvestasi pada kualitas. Kami berani mengeluarkan modal setara harga Pajero baru untuk mesin canggih dan membangun Kampung Tempe baru di Ngaliyan demi efisiensi. Namun, investasi ini akan sia-sia jika modal kerja utama kami (kedelai) terus dipermainkan volatilitas harga:
- Gangguan Rencana Jangka Panjang: Harga yang naik turun drastis menghancurkan perencanaan keuangan dan logistik yang sudah diatur untuk memasok 2 Ton tempe per hari dan memenuhi kontrak jangka panjang (seperti dengan rumah sakit atau program Badan Gizi Nasional).
- Ancaman Mutu: Stabilitas harga memungkinkan kami mempertahankan komitmen menggunakan kedelai kualitas terbaik, termasuk untuk lini Tempe Organik, tanpa dipaksa mencari bahan baku yang lebih murah namun tidak terjamin mutunya.
2. Efek Jangka Panjang pada Konsumen dan Program Pemerintah
Ketidakstabilan harga kedelai tidak hanya merugikan pabrik di Gayamsari, tetapi juga seluruh mata rantai dan masyarakat Jawa Tengah yang telah diakui oleh Gubernur Ahmad Lutfi:
- Mengancam Gizi Nasional: Kenaikan harga kedelai berpotensi mengganggu pasokan protein untuk program-program krusial seperti Makan Bergizi Gratis, menghambat upaya perbaikan gizi nasional.
- Merusak Pasar: Stabilitas harga adalah kunci agar tempe, makanan yang dicintai sejak masa kecil oleh tokoh nasional seperti Prabowo Subianto, tetap terjangkau dan menjadi lauk wajib pendamping soto bagi semua kalangan.
3. Dukungan Kebijakan sebagai Solusi
Tempe Mas Didik telah melakukan mitigasi risiko internal melalui efisiensi produksi. Namun, kami memohon dukungan kebijakan luar yang tegas:
- Kebijakan Pembeda: Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah (seperti arahan Gubernur Ahmad Lutfi kepada UMKM) yang memprioritaskan alokasi kedelai stabil bagi produsen tempe bersertifikat Halal BPOM yang berkomitmen pada kualitas dan konsistensi.
Stabilitas harga kedelai adalah investasi Pemerintah untuk masa depan ketahanan pangan nasional. Kami tidak mencari harga terendah, kami mencari kepastian agar bisnis yang “nyatanya” berkualitas ini dapat terus beroperasi melayani bangsa.
